Cinta Tak sekedar Retorika

Hanya mengikuti jalan itu saja... dan jangan pernah menengok kebelakang..Hal yang terindah yang tak akan pernah terlupakan seumur hidup ku..Trimakasih karena sudah menerima ku dengan segala masa lalu ku...Terimakasih karena sudah memberikan pencerahan baru untuk ku... just waiting the time that will come and expect be better....
Aku tak pernah tau jalan mana yang baik untuk ku.. Bahkan untuk berdiri saja aku tak bisa melakukannya sendiri.... tapi aku hanya ingin mengarahkan pandangan ku ke depan untuk melanjutkan sisi waktu yang terus melaju... kau tau apa yang ku rasakan my hubby ku... Saaat ini aku hanya ingin berada di dekat mu dan memulai semua yang tersisa...sekalipun ribuan kilo harus ku tempuh untuk senantiasa menemanimu hingga ku terlelap... Cinta yang tak sekedar retorika

AMARAH MERAPI


Saat ini aku bersama bumi...Bumi yang menahan amarah alam yang tak terelakkan... Bukan kah hidup teranugrahkan unt kita jaga?. Dibalik indahnya alam sekitar tersimpan sebuah Tragedi. Tragedi yang tak terelakkan. Kini bumi ku telah terluka karena ulah kita yang tak menjaganya. Tak semua orang trima ada keluh dibalik hujan itu 
Merapi oh merapi...Riuh ramai mu menggemparkan alam raya..Banyak nyawa yang jadi taruhannya...Benar2 pelajaran hidup yang luar biasa..Para pengungsi harus belajar dari ketiadaan, dan belajar untuk ikhlas terhadap kepapaan. Mungkin bagi si kaya ia bisa tinggal di kos, bahkan nyewa rumah atau sewa kamar... Tapi bagi si lemah ia tak bawa sepeser pun dana unt ia bisa bernafas tanpa bantuan kita. 
Ya ilahi  Kami berduka bersama merapi. Ya Ilahi  Ijinkan kami berdzikir untuk merapi. Ya Ilahi  Sujud bersimpuh hanya kepada mu...Saat ini satu persatu tubuh itu tlah runtuh. Tak ada yang tau kapan usai nya. Jika memang ada pelajaran dibalik itu semua berikanlah kemudahan ya robbi..untuk membenahi semua kesalahan yang pernah hamba lakukan kepada Mu

-Yogya In Memory-

KONDISI MERAPI MULAI MELEMAH

Kepala Badan Geologi R Sukhyar mengatakan, energi yang tersimpan di Gunung Merapi setelah meletus tanpa henti pada 3-8 November mulai berkurang dan kini hampir sama dengan masa tenang pada akhir Oktober 2010.

"Saat ini, energi yang dimiliki Merapi hampir sama dengan masa tenang pada 26 Oktober hingga 3 November," kata Sukhyar di Media Center Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, penurunan energi yang tersimpan di Gunung Merapi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendasari pengurangan radius rawan bencana letusan Gunung Merapi di empat kabupaten.

Selain penurunan energi, dari pantauan satelit juga dapat diketahui bahwa kandungan sulfur dioksida (SO2) di sekitar Merapi mulai menurun yang berarti bahwa aktivitas magmatis Merapi pun menurun.

Ia mengatakan, saat terjadi letusan dalam skala besar pada 5 November, kandungan sulfur dioksida mencapai 120 kiloton, namun kemudian menurun hingga 40 kiloton pada 8 November dan sekarang mulai tidak terdeteksi.

Badan Geologi semula menambah radius rawan terkena bencana letusan Gunung Merapi pada 5 November menjadi 20 kilomete (km) untuk semua kabupaten di sekitar gunung tersebut.

Namun sejak Minggu pukul 06.00 WIB, radius rawan bahaya letusan Gunung Merapi diubah untuk tiga kabupaten, yaitu Klaten dan Boyolali menjadi 10 km dan Magelang menjadi 15 km, sedang Sleman masih dipertahankan pada jarak 20km.

Radius aman untuk Kabupaten Sleman tetap dipertahankan pada jarak 20km karena morfologi Merapi telah berubah yaitu ada kawah di puncak yang membuka ke arah selatan dan barat laut. "Oleh karena itu, radius rawan untuk Kabupaten Magelang masih lebih jauh dibanding Kabupaten Klaten dan Boyolali," katanya.

Di Kabupaten Klaten dan Boyolali, lanjut dia, ada halangan berupa sungai yang membuat jarak luncur awan panas ke kedua kabupaten tersebut lebih pendek dibanding ke Sleman dan Magelang.

Selain itu, di puncak Gunung Merapi juga terbentuk kubah lava dan apabila kubah lava tersebut hancur, guguran akan mengarah ke selatan dan barat karena bukaan kawah tersebut. "Kami akan melakukan evaluasi secara bertahap menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Merapi dan tidak menutup kemungkinan bahwa radius rawan untuk Sleman juga akan diubah," katanya.

Badan Geologi bersama BNPB juga memasang alat pendeteksi aliran lahar di semua sungai yang berhulu di Gunung Merapi karena banjir lahar masih tetap menjadi ancaman.

Sungai yang berhulu di Gunung Merapi tersebut adalah, Kali Woro, Kali Gendol, Kali Kuning, Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng, Kali Sat, Kali Lamat, Kali Senowo, Kali Tringsing, dan Kali Apu.

Berdasarkan laporan pemantauan aktivitas Gunung Merapi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), seluruh sungai yang berhulu di Gunung Merapi dipenuhi dengan endapan lahar.

Sumber : TV One
website : www.tvone.co.id

KORBAN MERAPI DI YOGYA SELAMA EVAKUASI

Korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dibawa ke Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta pada Sabtu hingga pukul 21.30 WIB tercatat 168 orang.

Sebanyak 168 korban yang meninggal dunia itu terdiri atas 37 korban tewas saat erupsi Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010, sedangkan 131 korban meninggal pada erupsi pada 5 November 2010.

Kepala Bagian Humas dan Hukum Rumah Sakit (RS) Sardjito Yogyakarta Trisno Heru Nugroho membenarkan total jumlah korban meninggal dunia yang dibawa ke RS Sardjito Yogyakarta akibat letusan awan panas Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010 dan 5 November 2010 mencapai 168 orang.

RS Sardjito Yogyakarta hingga kini masih merawat sebanyak 91 orang korban luka akibat letusan gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sejumlah 21 orang di antaranya dirawat karena luka bakar dan 70 orang mengalami luna nonbakar, sedangkan sembilan orang diperbolehkan pulang menjalani rawat jalan.

Tim Forensik Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta dibantu tim "disaster victim identification" (DVI) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil mengidentifikasi dua dari total delapan jenazah korban letusan Gunung Merapi yang diterima rumah sakit tersebut hingga Sabtu.

"Dua jenazah yang berhasil diidentifikasi tersebut adalah pasangan suami istri dari Dusun Bakalan, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan Sleman," kata Trisno.

Menurut dia, dua jenazah yang berhasil teridentifikasi tersebut bernama Hardono (44) dan Tri Karyani (38), sedang enam jenazah lain yang ditemukan di Dusun Ngancar Desa Argomulyo Cangkringan Sleman, hingga kini masih dilakukan upaya identifikasi oleh tim forensik.

Selain delapan jenazah yang ditemukan di lokasi kejadian, terdapat dua tambahan korban yang meninggal dunia dari bangsal perawatan yaitu Sudiono (37) dari unit luka bakar dan satu pasien eklamsia yang dirawat di ICU atas nama Supartini (36).

Jumlah korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Merapi pada Jumat (5/11) dini hari kemungkinan masih akan terus bertambah karena tim gabungan yang terdiri atas anggota pencarian dan penyelamatan (SAR), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan relawan masih terus melakukan proses evakuasi, terutama di dusun sekitar Kali Gendol.

Tim SAR DIY, TNI, dan relawan hingga kini masih menemukan jenazah di dusun-dusun sekitar Kali Gendol yang terletak tidak jauh dari puncak gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sumber : TV ONE
Website : www.tvone.co.id

STATUS AWAS MERAPI

Yogyakarta - Sejak meletus pada 5 November 2010 lalu, intensitas Merapi cenderung menurun. Namun masyarakat tetap diminta jangan gegabah karena turunnya intensitas bukan patokan kembalinya kondisi Merapi ke keadaan normal.

"Betul ada tren turun sejak letusan tanggal lima. Tapi masih terlalu jauh untuk melihat ini sebagai pertanda akan kembali normalnya Merapi," ujar kepala BPPTK Yogyakarta Subandrio di Media Center, Jl Kenari, Yogyakarta, Sabtu (13/11/2010).

Menurut Subandrio, situasi yang terjadi di Merapi sekarang ini tergolong luar biasa. Pola-pola erupsi yang terjadi selama satu abad terakhir belum tentu dapat dijadikan patokan.

Meski intensitas menurun, lanjut Subandrio, peluang untuk terjadinya erupsi besar tetap terbuka. Letusan secara mendadak sangat perlu diwaspadai.

"Merapi yang sekarang beda. Ini seperti pada saat meletus tahun 1872," terangnya.

Untuk itu dia meminta kepada para pengungsi dan masyarakat lainnya untuk bersabar. Untuk penurunan radius dan pengurangan status Merapi, memerlukan kajian mendalam.

"Kita perlu diskusikan untuk pengurangan radius. Bukan hanya berdasar dari turunnya intensitas (selama beberapa hari terakhir)," tuntasnya.

Intensitas Merapi pasca letusan hebat 5 November silam memang cenderung turun. Setelah itu gunung paling aktif di dunia ini terpantau relatif jarang mengeluarkan awan panas dengan kadar besar.

KORBAN MERAPI DI KLATEN

Klaten - Jumlah pengungsi di Klaten hingga berita ini diturunkan tercatat sekitar 113.228 jiwa. Bahkan, letusan Merapi yang terjadi secara sporadis sejak Rabu sore (3/11), Kamis pagi hingga siang (4/11) dan Jumat dinihari (5/11) hingga Minggu (7/11) telah memakan korban puluhan jiwa meninggal dunia dan puluhan lainnya menderita luka bakar.
 
Karena letusan Gunung Merapi yang makin liar maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan kawasan rawan bencana (KRB) hingga radius 20 kilometer dari puncak Merapi. Akibatnya terjadi ledakan pengungsi di wilayah Kabupaten Klaten.
 
Pasalnya semua pengungsi yang semula mengungsi di tiga pos pengungsian yang semula berada dalam radius 15 kilometer dari puncak Merapi, harus dievakuasi ke tempat yang aman sesuai instruksi PVMBG. Yakni pengungsi yang berada di Desa Dompol dan Desa Keputran juga harus dievakuasi, termasuk pengungsi yang berada di Desa Bawukan, Kemalang, juga harus dievakuasi ke tempat yang aman.
 
Demi menjaga keselamatan warga yang tinggal di radius 20 kilometer Dari puncak Merapi, maka jajaran Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Klaten mengevakuasi penduduk ke Pendopo Pemkab Klaten. Kemudian sebagian juga dievakuasi ke GOR Gelarsena Klaten dan GOR SMAN 3 Klaten.
 
Anggota Satlak PB Kabupaten Klaten, Drs Sartiyasto MM didampingi Drs Joko Indrio dan Drs Widya Sutrisna MSi mengatakan, jumlah pengungsi di Klaten sampai Jumat malam tercatat sekitar 113.228 jiwa. Mereka tersebar di 27 pos pengungsian masing-masing di Pemkab Klaten 3.500, Klaten Utara 13,658, Klaten Selatan 6.678, Klaten Tengah 2540, Kebonarum 5.232, Wedi 1.484, Ngawen 3.640, Prambanan 24,649, Karangnongko 4.700, Jogonalan 13.259, Gantiwarno 2.514, Jatinom 14.893, Tulung 3.639, Ceper 780, di Trucuk 691 jiwa,Dodiklatpur 6.909 dan sisanya tersebar di rumah sakit dan rumah-rumah warga. 

KONDISI MERAPI

A. KONDISI MERAPI
Menurut pengamatan secara visual data dari BNPB pada tanggal 11 November 2010 G. Merapi masih tetap pada tingkat AWAS (Level 4). Ancaman bahaya G. Merapi dapat berupa awan panas dan lahar. Pada pukul 02.10 WIB terdengar suara gemuruh  dengan intensitas lemah dan hujan abu ringan p, sementara itu intensitas sedang terjadi pada puku 06.15 WIB. Asap teramati dengan tinggi 700 m dari puncak G. Merapi condong ke arah Barat Laut pada 03.00 WIB. Asap berwarna hitam kecoklatan dengan tekanan kuat setinggi 800 m teramati pada pukul 05.00 WIB. 

Endapan lahar telah teramati di semua sungai yang berhulu di puncak G. Merapi dari arah Tenggara, Selatan, Barat Daya, dan Barat Laut, yang meliputi Kali Woro, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Sat, Lamat, Senowo, Trising, dan Apu. Sementara Lahar di Kali Boyong telah terendapkan di Dusun Kandangan Desa Purwobinangun, Kabupaten Sleman berjarak 16 Km dari puncak G. Merapi. Lahar juga dijumpai di alur Kali Batang yang berjarak 10 km dari puncak G. Merapi. Status aktivitas G. Merapi


 B. DATA PENGUNGSI

Di magelang sendiri masih banyak posko yang masih membutuhkan bantuan. Minimnya pasokan air dan padam nya listrik menjadi kendala saat ini. Data yang saya peroleh dari Muhammadiyah Disaster Management Center  Jawa tengah Untuk stok 3 hari kedepan masih bisa diatasi akan tetapi untuk selanjutnya masih belum tau. MDMC Jawa Tengah mendata ada 24 posko yang tersebar di Kabupaten Magelang diantara nya :


1 Kecamatan Muntilan Lokasi SMK Muhammadiyah I Muntilan Jumlah Pengungsi 230
2 Kecamatan Muntilan Lokasi SD Muhammadiyah Gunungpring Muntilan Jumlah Pengungsi 310
3 Kecamatan Muntilan Lokasi Gedung Kuliah Subuh (Darul Arqom) Bakalan Muntilan Jumlah Pengungsi 502
4 Kecamatan Muntilan Lokasi SMK Muhammadiyah Jumbleng Jumlah Pengungsi 435
5 Kecamatan Muntilan Lokasi MTs Muh. Ngadiretno Muntilan Jumlah Pengungsi 325
6 Kecamatan Muntilan Lokasi Darul Arqom RSIA Aisyiyah Jumlah Pengungsi 305
7 Kecamatan Muntilan Lokasi Ponpes Muhammadiyah Jumlah Pengungsi Jumlah Pengungsi 450
8 Kecamatan Ngluwar Lokasi SMA Muhammadiyah Jumlah Pengungsi 595
9 Kecamatan Ngluwar Lokasi SMP Muhammadiyah Jumlah Pengungsi 988
10 Kecamatan Ngluwar Lokasi SD Muhammadiyah Jumlah Pengungsi 295
11 Kecamatan Ngluwar Lokasi PAY Muhammadiyah Jumlah Pengungsi 1460
12 Kecamatan Salam Lokasi SMK Muhammadiyah Jumlah Pengungsi 350
13 Kecamatan Mungkid Lokasi BKIA / Balai Muslimin Jumlah Pengungsi 575
14 Kecamatan Mungkid Lokasi SD Muhammadiyah Pedak Bumirejo Jumlah Pengungsi 226
15 Kecamatan Mungkid Lokasi SMP Muh.Blondo Jumlah Pengungsi 796
16 Kecamatan Mungkid Lokasi MTs Muhammadiyah Jumlah Pengungsi 257
17 Kecamatan Mungkid Lokasi SD Muhammadiyah Blabak Jumlah Pengungsi 226
18 Kecamatan Sawangan Lokasi MI/SMP Muh. Tirtosari Jumlah Pengungsi 500
19 Kecamatan Sawangan Wonolelo (tersebar di rumah warga) Jumlah Pengungsi 2000
20 Kecamatan Sawangan BD. Tirtosari Jumlah Pengungsi 400
21 Kecamatan Sawangan Desa Jati (tersebar di rumah warga) Jumlah Pengungsi 500
22 Kecamatan Sawangan Desa Gantang (tersebar di rumah warga) Jumlah Pengungsi 625
23 Kecamatan Sawangan SMP Muh.Piyungan Jumlah Pengungsi 272
24 Kecamatan Borobudur Kompleks Perguruan Muhammadiyah Jumlah Pengungsi 900
Jumlah Total pengungsi 13522

Sedangkan Data secara Umum tentang kondisi Pengungsi Saat ini Menurut Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana adalah sebagai berikut:

Korban meninggal Dunia:
- Sleman : 163 Jiwa
- Klaten : 13 Jiwa
- Boyolali : 3 Jiwa
- Magelang : 3 Jiwa - Kota Magelang : 15 Jiwa

Total Meninggal : 194 Jiwa

Korban Rawat Inap:
- Sleman : 276 Jiwa
- Klaten : 80 Jiwa
- Boyolali : 37 Jiwa
- Magelang : 82 Jiwa
-2  Kota Magelang : 23 Jiwa

Total Rawat Inap : 498 Jiwa

Pengungsi:
- Sleman : 110729 Jiwa
- Klaten : 97091 Jiwa
- Boyolali : 49147Jiwa
- Magelang : 82994 Jiwa - Kota Magelang : 4295 Jiwa

Total Pengungsi : 360557 Jiwa,

Perjalanan di pagi hari

Pagi tadi...Ku menyusuri jalan ke sebuah masjid.. Terlihat rembulan menyapa dengan ramah nya.. Awan hitam pun menyelimuti badan rembulan yang berarak beriringan. Ditemani sosok yang selama ini mnemanii ku..terlihat langkah nya gontai.. dengan membawa mukna di pundak nya ia terlihat sayu...Sampai pada saat ku sampai di sebuah masjid.. Terlihat hanya beberapa sosok manusia saja di sana.... "Oh gusti kemana umat mu yang lain..." gumam ku.."Kenapa masjid ini terasa sepi..Hanya tersisa delapan orang manusia saja yang diantara ribuan orang lain nya..." Aku pun kemudian menghilangkan semua perasaaan ku dan mengembalikan niat ku untuk beribadah kepadanya...

Saat sudah selesai menghadap nya..Aku pun bercanda tawa dengan kedua orang tua ku tercinta. Ada perasaan getir.. Entah kenapa..Aku merasakan bahwa aku sampai sekarang masih saja ngak memikirkan mereka.Aku selalu asik dan ego dengan diri ku sendiri..." Mah....maafin aku ya" bisik ku ketelinga mamah saat aku merangkul nya di perjalanan pulang "Ia mamah dah maafin kamu" kata mamah.... Sementara Bapak..Iaberada jauh di depan . Entah..apa yang sudah ku lakukan... Kenapa aku begitu bodoh dan ego.. Kenapa aku tak memikirkan sedikit saja jasa mereka... Kenapa dan kenapa..pertanyaaan itu sulit aku jawab sendiri.Karena aku tak tau bagaimana jawab nya...

Akan  kah tubuh ini masih bisa ku dekap??? Akan kah wajah ini akan selalu bisa aku tatap???.Akankah mereka akan selalu menjaga ku saat ku terjatuh???.Ya Robbiii...Betapa kerdil nya aku.. Aku tak sadar bahwa ada orang-orang ditdekat ku yang telah termakan usia...Mereka telah rapuh dan butuh uluran tangan ku...Sudah cukup....cukup..dan cukup..Untuk apa aku menyesali semua...Yang sekarang harus ku fikirkan adalah bagaimana birul walidain.Aku tidak boleh meninggalkan mereka. Karena dengan aku meninggalkan mereka untuk kegiatan yang tak ada juntrungan nya, lebih baik ku lewatkan masa usia ku untuk ngabdi ke mereka.... Mulai saat ini Dan berawal dari sini.

Biduk Cinta

Tuhan kuatkanlah aku atas semua ujian mu...Tuhan berikan ku jalan atas semua pertanyaan ku. Tuhan...Sadarkan lah ia sehingga ku tak terluka untuk kesekian kali nya. Cukup sudah pencarian ini aku lewati sendiri...tanpa ada jawaban yang pasti..Dalam hati ku berkata "Mungkin jawaban itu tak akan ku dapatkan skr". Tapi ku yakin kalau Engkau Maha tau segala nya Apa yang baik untuk ku dan Apa yang tidak baik untuk ku.

Aku Selalu meminta..agar kau menemani hari-hari ku. Walau kau tak pernah tau betapa penting nya kau untuk ku.Semua berawal dari sebuah kisah.,dan entah sampai kapan kisah itu akan terus tertulis di tiap kepingan beranda jiwa ku. Mencoba bertahan walau itu sulit. Mencoba mengerti walau itu penuh keluh.. Aku hanya bisa memahami mu secara sederhana.. Dengan kata2 yang kurangkai melalu jiwa kepada hati ku. Tapi Tak mudah untuk ku bisa menerima kenyataan...Ketika aku berada dalam keterasingan. 

Berada di kerumunan orang-orang yang tak ku kenal...Berada pada keadaan yang tidak bisa ku elakkan...semua terasa asing bagiku disini.. Duh Gusti....Akan kah aku bisa melalui semua ini....jalan yang tidak ada ujungnya..Penuh kelok dan mendaki....Lelah rasanya kaki ku melangkah... Melihat kenyataan yang tanpa kepastian. Hmmmm kenapa tak kau fikirkan akan perasaan orang-orang yang kau sakiti..kenapa tak kau sejenak renungi atas semua yang terjadi???? Kenapa harus aku yang menjadi tumbal atas ke KEBENCIAN mu....????

Aku tak setegar Ummu Ubdilla istri Ja`far bin Abi Thalib yang merasakan pahit getirnya hidup di pengasingan. Aku hanya bisa berusaha melakukan yang terbaik dan mengangkat derajat mu ketika kau dijatuhkan oleh orang lain seperti kisah Asma B...inti Asad Al-Furat yang menjaga kehormatan suami nya Muhammad bin Abi al-Jawâd ketika difinah dan di tuduh mencuri. Aku bukanlah Asma Binti Yazid Bin Sakan seorang mujahidah yang agung, memiliki kecerdasan, dien yang bagus dan ahli argumen.Tapi aku akan belajar dari kisah Hafshah yang mewarisi watak bapaknya yakni bersemangat tinggi dan berwatak tegas
 

Kata-Kata Mutiara

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia.Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata” aku turut berbahagia untukmu ”

Free CSS Template by CSSHeaven.org TNB